Tempat Berita Terbaru

Kamis, 11 Juli 2019

Setipis Halal, Setebal Haram


Setipis Halal, Setebal Haram

Tanto adalah seorang pebisnis yang sedang naik daun. Bisnis yang ia jalankan bisa tumbuh dengan cepat. Cara yang ia gunakan untuk berbisnis sebenarnya tidak berbeda jauh dengan pebisnis yang lain, hanya saja ia benar-benar memperhatikan kesejahteraan semua karyawan. Oleh karena itu, seluruh karyawan sangat segan dan betah bekerja dengannya. Perasaan senang yang dimiliki oleh semua karyawan membuat pekerjaan yang dilakukan bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Tak hanya memperhatikan semua karyawan, tentu saja ia juga menjaga hubungan yang sangat baik dengan keluarga dan relasi kerjanya. Tanto juga tidak pernah sedikitpun lalai untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Sebagai pebisnis yang memiliki banyak aset, Tanto mengambil keputusan untuk mendaftarkan seluruh aset untuk diasuransikan. Tak tanggung-tanggung, ia juga mendaftarkan keluarga dan seluruh karyawan untuk mendapatkan asuransi. Tanpa berpikir panjang, Tanto memilih asuransi konvensional sebagai ‘penjaga masa depan’nya dan semua orang. Untuk para karyawan, biaya asuransi yang dikenakan sebagian dipotong dari gaji yang diterima setiap bulan. Semua karyawan semakin bahagia dan merasa sangat diperhatikan oleh Tanto. Perjalanan bisnis pun bertambah mulus tanpa hambatan.

Pada suatu hari hal buruk terjadi, salah satu pabrik produksi yang ia miliki terbakar habis, beruntung semua karyawan selamat. Tanto sangat bersyukur semua karyawan bisa selamat, namun seisi pabrik tidak ada yang bisa digunakan lagi. Pabrik yang terbakar merupakan pabrik inti dari semua cabang yang ia miliki.

Awalnya Tanto kebingungan dengan insiden tersebut, namun ia ingat bahwa semua aset sudah ia daftarkan pada asuransi. Tanpa menunggu lama, Tanto mempersiapkan semua berkas yang dibutuhkan dan bergegas menuju kantor asuransi untuk melakukan klaim asuransi. Setelah sampai di kantor asuransi, ia membicarakan semua bencana kebakaran yang terjadi di pabrik. Seusai menceritakan semuanya, pihak asuransi tidak langsung memberikan klaim karena ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk bisa melakukan klaim. Oleh karena itu Tanto harus menunggu selama beberapa hari hingga dihubungi kembali oleh pihak asuransi. Tidak mendapatkan hasil yang diinginkan, Tanto terpaksa pulang dan menunggu.

Setelah beberapa hari, kabar yang ditunggu akhirnya datang. Pihak asuransi menghubungi Tanto dan memberitahukan bahwa klaim yang diajukan tidak dapat dipenuhi karena ada beberapa hal yang tidak masuk dalam syarat klaim asuransi. Mendengar kabar tersebut Tanto sangat bingung dan menceritakan kepada salah satu teman yang sangat paham dengan asuransi. Ia diberi saran agar beralih menggunakan asuransi syariah yang lebih bersahabat untuk nasabah. Tidak ingin mengulang kesalahan yang sama, tanpa membuang-buang waktu Tanto beralih ke asuransi syariah dan memanfaatkan fitur Asuransi Wakaf. Untuk mengetahui berbagai informasi mengenai Asuransi Wakaf, segera kunjungi https://www.allianz.co.id/produk/asuransi-syariah/fitur-wakaf.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar