Tempat Berita Terbaru

Senin, 09 Desember 2019

Perangi Sampah Pakaian, Perusahaan Sukanto Tanoto Dorong Pemanfaatan Bahan Tekstil Ramah Lingkungan


Perangi Sampah Pakaian, Perusahaan Sukanto Tanoto Dorong Pemanfaatan Bahan Tekstil Ramah Lingkungan
Sumber: kosmopolitan.co.id

Keresahan masyarakat akan sampah plastik terus meningkat. Karakternya yang sulit terurai membuat sampah plastik menjadi momok masalah yang cukup serius bagi lingkungan. Mirisnya lagi, sampah jenis ini hampir bisa dijumpai dalam setiap jengkal kehidupan. Bahkan dalam industri tekstil dan fashion, plastik masih menjadi bahan yang paling banyak digunakan. Melihat fakta tersebut, Asia Pacific Rayon (APR) yang merupakan salah satu unit bisnis Sukanto Tanoto pun semakin tergerak untuk mendorong pemanfaatan bahan tekstil yang lebih ramah lingkungan.

Di industri fashion, pemanfaatan kain sintetis masih marak dijumpai. Padahal, kain sintetis merupakan produk turunan dari plastik yang sulit terurai secara alami. Nylon, polyester dan acrylic adalah segelintir kain sintetis yang saat ini mendominasi industri tekstil dan fashion. Di sisi lain, produksi sampah pakaian di seluruh dunia yang mencapai 12 ton setiap detiknya juga semakin memperburuk keadaan.

Alternatif bahan tekstil yang lebih ramah lingkungan sebenarnya sudah tersedia. Rayon viskosa adalah salah satunya. Sayangnya, pemanfaatan bahan tekstil yang satu ini belum cukup dioptimalkan. Padahal jika dibandingkan dengan kain sintetis, rayon viskosa memiliki banyak keunggulan. Inilah yang kemudian didorong oleh salah satu unit bisnis Sukanto Tanoto, Asia Pacific Rayon (APR).

Mengenal Keunggulan Rayon Viskosa


Rayon viskosa merupakan salah satu jenis dari rayon, yakni kain semi sintetis yang terbuat dari serat kayu. Bahan tekstil yang satu ini memiliki tampilan yang cukup menarik. Terlihat mengkilap seperti sutra akan tetapi memiliki harga yang lebih terjangkau.

Dari segi tampilan, rayon viskosa juga memiliki warna yang cemerlang. Memadukannya dengan bahan tekstil lain juga terbilang mudah. Saat dikenakan, rayon viskosa juga terasa nyaman dan tidak gerah. Karena itulah, salah satu unit bisnis Sukanto Tanoto, yakni Asia Pacific Rayon (APR) mendorong pemanfaatannya sebagai salah satu alternatif untuk bahan busana.

Sebagai bahan tekstil yang terbuat dari serat kayu, rayon viskosa memiliki satu keunggulan yang sulit dijumpai pada kain sintetis. Keunggulan tersebut adalah sifatnya yang lebih mudah terurai. Karakter rayon viskosa yang lebih mudah terurai membuat bahan tekstil yang satu ini lebih ramah lingkungan.

Keunggulan rayon viskosa ini sayangnya masih belum begitu dikenal oleh masyarakat luas. Untuk itulah, Asia Pacific Rayon (APR) terus mendorong pemanfaatannya, khususnya dalam industri fashion.

Rayon Viskosa di Ajang Bali Fashion Trend


Tingginya produksi sampah pakaian di seluruh dunia mendorong beberapa penggiat lingkungan untuk bergerak. Di Indonesia sendiri, kampanye tukar baju menjadi salah satu cara yang ditempuh oleh para pencinta lingkungan untuk mengajak masyarakat agar lebih peduli pada sampah pakaian.

Isu sampah pakaian juga menjadi perhatian desainer pakaian tanah air. Lewat Bali Fashion Trend 2020, para desainer yang tergabung dalam IFC (Indonesian Fashion Chamber) menggelar peragaan busana dengan tema “Sustainable Fashion”.

Acara bertajuk Bali Fashion Trend 2020 yang diselenggarakan pada 7-9 November 2019 juga mendapat dukungan dari salah satu unit bisnis Sukanto Tanoto, Asia Pacific Rayon (APR). Bersama dengan para desainer IFC, APR memperkenalkan rayon viskosa sebagai jawaban akan bahan tekstil ramah lingkungan.

Dalam ajang yang juga mengusung tema “Everything Indonesia” tersebut, para desainer juga memperkenalkan busana yang 100% made in Indonesia. Hal ini selaras dengan tujuan diselenggarakannya Bali Fashion Trend 2020 yakni untuk memperkuat industri tekstil dalam negeri.

Upaya perusahaan Sukanto Tanoto dalam mendorong terwujudnya Sustainable Fashion tidak hanya berhenti di situ saja. Untuk membuktikan komitmennya dalam mewujudkan industri tekstil dan fashion yang berkelanjutan, Asia Pacific Rayon (APR) juga selalu menerapkan praktek industri yang bertanggung jawab.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar