Tempat Berita Terbaru

Rabu, 27 Mei 2020

Butuh Perlindungan Kesehatan, Produk Asuransi Konvensional Ternyata Belum Penuhi Pelayanan


Butuh Perlindungan Kesehatan, Produk Asuransi Konvensional Ternyata Belum Penuhi Pelayanan

Industri asuransi sedang mendominasi pasar saat ini dengan prinsip jual-beli resiko. Dalam asuransi nasabah akan menyetor premi sebagai ganti resiko. Kemudian nasabah akan mendapatkan uang pertanggungan, alias manfaat yang diajukan saat terjadi klaim. Jumlah premi yang dibayarkan oleh nasabah sesuai dengan perjannjian, yang tertera dalam polis asuransi. Namun benarkah asuransi konvensional bisa diandalkan selamanya? Simak disini #AwaliDenganKebaikan.

Asuransi Konvensional Tidak Penuhi Janjinya
Perusahaan asuransi pernah merasakan masa kejayaannya dan berhasil menjadi penggerak perekonomian. Pasalnya produk asuransi menawarkan proteksi untuk kesehatan dan jiwa, yang memudahkan nasabah di kemudian hari. Kontrak asuransi konvensional terjadi antara nasabah dengan agen asuransi, yang dirupakan dalam bentuk polis. Perusahaan asuransi akan mengelola dan menentukan dana perlindungan nasabah.

Sistemnya nasabah membayar premi sesuai dengan produk asuransi yang dipilih, mulai dari bulanan hingga tahunan. Nasabah bisa mengajukan klaim ketika terjadi resiko dan mengandalkan pencairan dana dari perusahaan. Terkadang bisa terjadi surplus underwriting dimana keuntungan asuransi menjadi milik perusahaan, tetapi hal ini jarang terjadi. Rata-rata nasabah selalu mengajukan klaim untuk mendapatkan keuntungan dari premi.

Namun pada kenyataannya perusahaan asuransi tidak bisa bertahan lama, sudah 3 tahun ini banyak perusahaan kolaps. Kondisi tersebut memicu amarah dari para nasabah yang tidak bisa mencairkan dana klaim. Kasus ini dirasakan oleh Andi selaku pemegang polis asuransi kesehatan, dari salah satu perusahaan asuransi terbesar. Andi menceritakan bahwa Ia tidak bisa mengajukan klaim ketika harus dirawat di rumah sakit selama 2 minggu.

Pada hakikatnya asuransi kesehatan menyediakan ‘payung’ ketika nasabah terjadi resiko kesehatan. Sebagai alat antisipasi untuk biaya pengobatan dan biaya rawat inap, yang mungkin terlalu mahal untuk beberapa orang. Ketika ditawari untuk bergabung dengan asuransi kesehatan Andi hanya berpikir simple, setidaknya Ia memiliki ‘pegangan’ jika suatu saat dirinya sakit. Andi pun menandatangani kontrak dengan pembayaran premi 500 ribu per bulan.

Kala itu Andi berharap saat terjadi klaim perusahaan asuransi dapat mengganti biaya kesehatan. Setiap bulan seorang agen asuransi akan mengambil kewajiban premi yang harus Ia bayarkan, terkadang Andi membayarkannya sendiri ke kantor. Setelah berjalan 3 tahun Andi hendak mengajukan pencairan klaim, yang saat itu diurus oleh sang istri. Namun Andi harus menelan kecewa pasalnya perusahaan tidak bisa mencairkan klaim secara penuh.

Sejak kejadian tersebut Andi membulatkan tekad untuk menutup polis asuransi kesehatan miliknya. Bagi Andi pelayanan dari perusahaan asuransi konvensional sangat mengecewakan, dan membuatnya rugi. Jika dihitung Ia sudah menginvestasikan dana selama 3 tahun, dengan nominal yang tidak sedikit. Namun ternyata Ia tidak mendapatkan keuntungan apapun, dan menutup diri dengan berbagai penawaran asuransi.

Beralih ke Proteksi Halal yang Adil
Berkat dari saran seorang teman Andi mencoba untuk mengikuti asuransi syariah, dimana konsep sharing of risk diterapkan. Disini perusahaan asuransi syariah Indonesia hanya sebagai perantara antar nasabah, dan pengelola dana yang terkumpul. Tidak ada unsur riba karena proses pembagian keuntungan sesuai dengan kontribusi nasabah. Pada asuransi ini nasabah bisa melakukan  double-claim khusus asuransi kesehatan, dengan prosedur sesuai plafond.

Perusahaan asuransi diklaim mampu menggerakkan perekonomian Indonesia, karena jumlah nasabah yang semakin banyak. Produk asuransi konvensional semakin booming karena memberikan proteksi lebih baik. Namun keuntungan tersebut hanya berlangsung sementara, sekarang para nasabah kesulitan untuk mencairkan dana klaim. Produk asuransi syariah cenderung menawarkan konsep menabung, sebagai bentuk proteksi yang halal.
Allianz Blog Contest
Share:

0 komentar:

Posting Komentar